Mulai Transisi Bus Listrik di Kotamu
Implementasi bus listrik membutuhkan perencanaan yang matang. Pelajari tahapan yang perlu dilakukan dan lihat sejauh mana kotamu siap hadirkan layanan ini.

Siap Hadirkan Bus Listrik di Kotamu?
Ikuti tahapan berikut untuk merencanakan implementasi bus listrik yang efektif, hemat biaya, dan berkelanjutan.

- Benahi Layanan Angkutan Umum
- Tetapkan Visi, Target, dan Peta Jalan
- Tentukan Rute Prioritas dan Skema Operasional
- Pilih Teknologi yang Sesuai
- Rencanakan Lokasi dan Strategi Pengisian Daya
- Siapkan Sistem Pendukung Implementasi
Benahi Layanan Angkutan Umum

1
Implementasi bus listrik perlu didukung oleh fondasi layanan angkutan umum yang kuat.
Pastikan:
- Lembaga pengelola angkutan umum sudah ada dan memiliki kewenangan yang jelas.
- Skema pendanaan & model kontrak dengan operator sudah berjalan efektif.
- Basis data operasional sudah tersedia lengkap, terbaru, dan akurat.
- SDM mampu merencanakan, mengoperasikan, dan merawat bus listrik.
- Depo, terminal, dan halte telah tersedia dalam kondisi memadai.
- Standar layanan & spesifikasi armada untuk kenyamanan, keselamatan, dan inklusivitas.
Tetapkan Visi, Target, dan Peta Jalan

2
Susun strategi yang terukur dan selaras dengan target pembangunan daerah.
Tetapkan:
- Komitmen elektrifikasi sebagai dasar alokasi sumber daya dan pendanaan.
- Target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), peningkatan kualitas udara, dan reformasi layanan angkutan umum.
- Tahapan elektrifikasi armada, skala implementasi, dan rentang waktu pencapaiannya.
- Keterkaitan target elektrifikasi dengan indikator kinerja utama daerah.
- Tonggak pencapaian dan indikator keberhasilan yang jelas untuk memantau progres implementasi.
- Tahapan implementasi, mempertimbangkan kesiapan teknis, operasional, dan kapasitas fiskal.
Tentukan Rute Prioritas dan Skema Operasional

3
Pemetaan kebutuhan operasional sejak awal untuk mendukung implementasi yang tepat sasaran.
Pertimbangkan:
- Pemilihan rute prioritas berdasarkan kesiapan layanan, karakteristik operasional, potensi penumpang, dan kelayakan teknis.
- Skema operasional, pola layanan serta kebutuhan armada pada rute prioritas.
- Kesesuaian kebutuhan energi dan jangkauan operasional bus listrik pada setiap rute.
- Estimasi kebutuhan pengisian daya berdasarkan pola operasional dan jarak tempuh.
- Risiko teknis dan operasional utama yang perlu diantisipasi sejak tahap perencanaan.
- Kesesuaian skema operasional dan konsumsi energi melalui uji coba operasional.
Pilih Teknologi yang Sesuai

4
Teknologi yang sesuai dengan kebutuhan layanan dan kondisi daerah dapat mendukung kelancaran operasional.
Pertimbangkan:
- Opsi teknologi bus, baterai, dan pengisian daya yang tersedia di pasar.
- Spesifikasi teknis sesuai dengan kebutuhan rute dan pola operasional.
- Kesesuaian teknologi dengan kapasitas, keandalan, dan beban jaringan listrik setempat.
- Teknologi yang dipilih sudah teruji dan siap dioperasikan.
- Skalabilitas, fleksibilitas, dan dampak lingkungan sepanjang siklus hidup teknologi.
Rencanakan Lokasi dan Strategi Pengisian Daya

5
Strategi pengisian daya yang tepat membantu mendukung keandalan layanan bus listrik.
Pertimbangkan:
- Lokasi pengisian daya yang memenuhi kriteria untuk pola operasional dan kebutuhan energi.
- Kelayakan lokasi, kesesuaian tata ruang, perizinan, dan jarak dengan rute operasional.
- Ketersediaan dan kestabilan pasokan listrik, termasuk saat konsumsi listrik sedang tinggi.
- Metode pengisian daya yang paling sesuai untuk operasional bus listrik (depo, on-route, atau kombinasi keduanya).
Siapkan Sistem Pendukung Implementasi

6
Mekanisme pendanaan, tata kelola, dan evaluasi diperlukan untuk mendukung implementasi jangka panjang.
Siapkan:
- Skema pembiayaan untuk ekosistem bus listrik.
- Rencana pengelolaan baterai hingga akhir masa pakai.
- Kelayakan dan manfaat ekonomi, finansial, serta lingkungan.
- Model kontrak layanan antara pemerintah, pengelola angkutan umum, operator, penyedia bus listrik, dan penyedia infrastruktur pengisian daya.
- Indikator keberhasilan dan sistem monitoring untuk mengevaluasi progres implementasi.
- Mekanisme pembagian data operasional antara Agen Pemegang Merek (APM), operator dan otoritas angkutan umum, serta pemerintah daerah.
- Strategi komunikasi untuk memperkuat dukungan publik dan pemangku kepentingan.
Pelajari Lebih Lanjut dalam Panduan
Perencanaan Bus Listrik
Cek Kesiapan Kotamu!
Implementasi bus listrik membutuhkan kesiapan sistem angkutan umum dan ekosistem kendaraan listrik. Periksa aspek-aspek berikut untuk memahami kesiapan kota Anda.

Kesiapan Sistem Angkutan Umum:
- Tersedianya layanan bus perkotaan dengan pola operasi yang jelas
- Keberadaan lembaga pengelola dan operator angkutan umum
- Komitmen daerah berupa keberadaan rencana transportasi regional/daerah
- Komitmen daerah dalam penyediaan anggaran angkutan umum yang berkelanjutan
- Kapasitas fiskal daerah yang mendukung implementasi
Kesiapan Adopsi Kendaraan Listrik:
- Target elektrifikasi angkutan umum oleh pemerintah daerah
- Pemahaman dan familiaritas terhadap bus listrik
- Dukungan fiskal dari pemerintah
- Fasilitas pengisian daya dan fasilitas uji bus listrik
- Ketersediaan dan stabilitas jaringan listrik yang memadai
Pertimbangan Tambahan
- Tingkat kemacetan kota
- Indeks Kualitas Udara (IKU) kota
- Rencana elektrifikasi angkutan umum dari pemerintah pusat yang telah berjalan
- Kebijakan transportasi berkelanjutan pendukung yang komprehensif, termasuk push and pull policies untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum.